
PT Patra Drilling Contractor (PDC) berdiri pada 11 September 1981, di saat kondisi perekonomian Indonesia tengah booming minyak dan gas bumi. Perseroan yang didirikan oleh PT Usaha Yaktapena (Usayana), ini diarahkan untuk menggarap pengeboran minyak dan gas di lepas pantai. Pendirian Perseroan didukung oleh Akta Notaris J.Nimrod Siregar, SH No.70 tahun 1981. Selanjutnya Akta Pendirian itu mendapat pengesahan Menteri Kehakiman tanggal 17 Juni 1983, No. C2-4524-HT.01.01.TH83 dan telah diumumkan dalam Berita Negara pada tanggal 1 Juli 1983. Perseroan merupakan perusahaan nasional pertama yang berfokus pada penyediaan jasa pengeboran lepas pantai di Indonesia. Prioritas utamanya adalah menggunakan peralatan dalam negeri dan mempromosikan transfer teknologi pengeboran lepas pantai yang dibawa oleh Amerasia Offshore Drilling Limited kepada tenaga kerja nasional.
Perseroan merupakan perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) pada saat didirikan. Adapun komposisi kepemilikan sahamnya adalah PT Usayana 75% dan Amerasian Offshore Drilling Limited 25%. Selanjutnya, pada 28 Maret 2000 sebanyak 624 lembar saham milik Amerasian Offshore Drilling Limited di Perseroan dibeli oleh PT Usayana sehingga kepemilikan saham menjadi PT Usayana 99,96% (2.499 lembar saham) dan Amerasian Offshore Drilling Limited 0,04% (1 lembar saham). Komposisi kepemilikan saham Perseroan berubah pada 8 Oktober 2012, setelah 1 lembar saham milik Amerasian Offshore Drilling Limited dibeli oleh Zambesi Investments Limited (ZIL). Dengan demikian komposisi kepemilikan saham menjadi PT Usayana 99,96% (2.499 lembar saham) dan Zambesi Investments Limited 0,04% (1 lembar saham).
Pada 9 Januari 2013, Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) mengakuisisi 2.499 lembar saham milik PT Usayana di Perseroan, sehingga pemegang saham Perseroan adalah PDSI dengan kepemilikan saham sebesar 99,96% (USD24.990.000 modal disetor) dan Zambesi Investments Limited dengan kepemilikan saham sebesar 0.04% (USD10,000 modal disetor). Berdasarkan Akta Notaris Marianne Vincentia Hamdani, SH No. 8 tanggal 7 Desember 2015 telah berlangsung transfer saham dari ZIL kepada PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dan perubahan status Perseroan dari PMA menjadi PMDN. Perubahan tersebut disahkan oleh Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.01.03-0000462 tanggal 5 Januari 2016 dan disetujui oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melalui surat persetujuan No. 14/1/IP/PMDN/2016 tanggal 26 Januari 2016. Pemegang saham Perseroan pada saat ini adalah PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) dengan kepemilikan sebanyak 2.499 lembar saham atau 99,96% (Rp15.743.700.000 modal disetor) dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dengan kepemilikan 1 lembar saham atau setara 0,04% (Rp6.300.000 modal disetor).
Pada tahun 2014 Perseroan melakukan diversifikasi dengan masuk ke bidang usaha manpower services, penyediaan alat berat(HTE), penyediaan kendaraan ringan penumpang di samping usaha food & lodging yang memang sudah berjalan sejak 1998. Perubahan demi perubahan terus berlangsung di tubuh Perseroan. Pada 2017, Perseroan mengembangkan bisnis baru Engineering, Procurement, Construction, and Installation (EPCI) serta trading. Kemudian pada tahun 2021 Perseroan merambah ke bisnis Operation & Maintenance (O&M) untuk instlasi migas khususnya yang di laut. Tepat pada 11 September 2021, Perseroan telah melayani industri minyak dan gas di Indonesia selama 40 tahun melalui jasa-jasa pengeboran lepas pantai, yang kemudian dilanjutkan lewat jasa dukungan operasi kegiatan migas. Sejak berdiri, Perseroan tidak pernah berganti nama dan sampai 31 Desember 2021, Perseroan tidak memiliki entitas anak perusahaan.