Sampah Sawit Menjadi Duit : Upaya PDC Membantu Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Rohil

Senin, 08 Agustus 2022 10:08 WIB
Sampah Sawit Menjadi Duit :  Upaya PDC Membantu Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Rohil

Kabupaten Rokan HIlir merupakan wilayah paling Utara di Provinsi Riau dan memiliki potensi luar biasa sebagai penghasil minyak kelapa sawit. Di satu sisi, banyaknya tanaman sawit di areal perkebunan di Kecamatan Bangko Pusako menjadi potensi pendapatan masyarakat dan wilayah, namun pada sisi lain meninggalkan sejumlah permasalahan lingkungan seperti limbah yang berserakan, menumpuk dan membusuk.

Melihat kondisi ini Pertamina PDC tergerak untuk bergerak mengubah kondisi yang ada menjadi sesuatu yang berharga. PDC yakin limbah pelepah dan daun sawit yang tampak tergeletak berserak menjadi sampah dapat diolah menjadi rupiah. Maka, berkumpullah tidak kurang dari 50 petani penggarap untuk diberikan pelatihan mengolah sampah tersebut menjadi bernilai tambah.

 

Kepada mereka Pertamina PDC mengajarkan agar sampah pelepah sawit tersebut dimanfaatkan untuk menjadi berbagai barang kerajinan (handy craft), menjadi pupuk kompos dan lain sebagainya sehingga menjadi lebih bermanfaat bagi kehidupan mereka.

 

Akhirnya digelar kegiatan pelatihan yang dilaksanakan selama kurang lebih 1 minggu dari tanggal 8 -15 Agustus 2022, yang dilanjutkan dengan pendampingan usaha selama beberapa bulan ke depan.

 

Program ini mendapat sambutan antusias yang cukup baik karena masyarakat mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang tambahan pendapatan dan kesejahteraan mereka. Berbagai barang kerajinan seperti sapu lidi, tempat tissue, piring, keranjang dan lain sebagainya didapat dari lidi yang telah diserut dari pelepah sawit.

 

Sementara daun sawitnya dicacah dan diolah menjadi pupuk kompos yang dapat kemudian dimanfaatkan untuk menambah kesuburan tanaman produksi ataupun dijual langsung kepada konsumen yang membutuhkan, terlebih di tengah-tengah keterbatasan ketersediaa pupuk di pasaran dan tingginya harga saat ini.

 

Tokoh Masyarakat Bangko Mukti, Nasoha mengucapakan terima kasih banyak yang tak terhingga kepada Pertamina PDC yang memberi perhatian dan andil dalam membantu meningkatkan kesejahteraan petani dan keluarganya.

 

“Saat ini petani kesulitan dalam meningkatkan nilai jual lidi sawit, di mana perharinya ibu-ibu petani hanya mampu menghasilkan Rp. 15.000,-/hari dari hasil rautan tangan manual dan itupun sangat minim pembelinya,” ujarnya.

 

Hal senada disampaikan oleh Camat Bangko Pusaka Kabupaten Rohil, Drs. Adnan, yang mengapresiasi program Pertamina PDC telah memberikan solusi efektif dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

 

“Ini merupakan solusi yang sangat efektif dan pas, dan program seperti inilah sesungguhnya yang kami butuhkan, tidak hanya bantuan langsung, tetapi juga warga kami diberikan ilmu dan teknologi yang tepat guna, yang pas dengan permasalahan yang ada di lapangan”, ujar Adnan dalam pembukaan kegiatan pelatihan tersebut di Desa Bangko, Senin (08/08/2022).

 

Pada kesempatan terpisah Corporate Secretary Pertamina PDC Budhi Kristianto mengatakan bahwa progam CSR ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab dan ucapan terima kasih kami kepada masyarakat Bangko Mukti yang mendukung kegiatan pekerjaan sehingga berjalan dengan lancar.

 

Lebih lanjut Budhi mengatakan, PDC berkomitmen bahwa di Kegiatan Pelatihan ini dilaksanakan selama kurang lebih 1 minggu yang dilaksanakan dari tanggal 8 -15 Agustus 2022, yang dilanjutkan dengan pendampingan usaha selama beberapa bulan kedepan.

 

“Dimanapun perusahaan beroperasi harus bisa memberi manfaaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitarnya. Kami terbuka menerima inovasi dan teknologi baru untuk membantu meningkatkan perekonomian masyarakat. Sehingga hadirnya Pertamina PDC menjadi mitra sejajar dengan masyarakat yang secara berkelanjutan membangun dan menciptakan ide-ide kreatif baru”, imbuhnya.

 

Kegiatan ini bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Riau yang turut serta mendukung kegiatan ini dari awal sampai akhir dan dihadiri pula oleh para Tenaga Penyuluh Lapangan (PPL) yang juga sekaligus menjadi narasumber kegiatan